Saturday, December 2, 2023

CARA MEMBANGUN MOTIVASI

 

MEMBANGUN MOTIVASI DIRI

Pict. by asmarayz on Instagram

Memotivasi diri sendiri berarti mau berdiskusi dan berperilaku terfokus dan terarah. Selain itu, Anda juga harus siap menghadapi tantangan yang menuntut Anda berpikir sebagai pribadi yang tegas dan cerdas agar tidak dimanipulasi dan bersikap positif. Kabar baiknya, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mulai memotivasi diri sendiri.

Biasakan berpikir positif. Apa pun akan terasa sulit jika kita memiliki pola pikir yang menghambat diri sendiri, misalnya “Huh, semuanya terasa menjengkelkan, apalagi jika sedang hujan.” Pikiran tersebut membuat kita malas bangun pagi sampai seseorang benar-benar menyeret kita turun dari tempat tidur. Jangan bersikap seperti ini! Berpikir positif adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menemukan motivasi.

Berhentilah berpikir negatif. Jangan diteruskan. Alihkan perhatian ke tempat lain, terutama jika Anda sedang berpikir tentang cara memotivasi diri sendiri! Bertanyalah kepada diri sendiri, apakah pikiran tersebut benar-benar penting. Ini adalah sesuatu yang bisa dan sanggup Anda lakukan. Anda akan terhambat jika memikirkan yang lain, sekalipun hanya untuk mencoba.


Bangunlah rasa percaya diri.
 Berpikir positif tentang kehidupan berarti berpikir positif tentang diri sendiri. Berpikir bahwa Anda tidak mampu akan benar-benar menghambat setiap usaha yang Anda lakukan. Buat apa repot-repot melakukan apa yang menurut Anda tidak mampu Anda lakukan? Jawabannya, karena Anda mampu.

Coba ingat-ingat lagi keberhasilan Anda sebelum memulainya. Apa saja pengalaman Anda? Apa hal-hal hebat yang pernah Anda lakukan selama ini? Sumber-sumber apa yang Anda miliki? Pikirkan lagi semua pencapaian Anda di waktu yang lalu. Apa alasan yang bisa menghalangi Anda mencapai keinginan saat ini?! Anda sudah pernah melakukan hal yang sama sebelumnya.

 

Jadilah seperti orang lapar. Pesan dari seorang motivator bernama Les Brown, “Anda harus menjadi orang yang lapar!” Ia ingin mengatakan bahwa Anda harus benar-benar menginginkan sesuatu sampai tidak bisa membayangkan jika Anda harus hidup tanpa hal ini. Berpikir tentang apa yang Anda inginkan sudah cukup baik, tetapi keinginan ini mustahil tercapai jika Anda bersikap pesimis. Tumbuhkan keinginan yang kuat dan pikirkan apa usaha Anda untuk memotivasi diri sendiri?

Adakalanya, Anda bisa menggunakan trik mudah untuk meyakinkan diri sendiri bahwa Anda memang menginginkan sesuatu? Apakah keinginan ini adalah cara mendapatkan hal yang lain? Jika Anda benar-benar memimpikan liburan ke Hawaii, berpikirlah dengan cara tersebut. Anda benar-benar ingin pergi ke Hawaii dan keinginan ini bisa terwujud dengan bekerja keras. Pekerjaan yang kurang menyenangkan akan terasa lebih mudah jika ada tujuan tertentu, yaitu tujuan yang membuat Anda “merasa lapar”.

 

Ketahuilah bahwa kendala akan selalu ada. Ingatlah selalu bahwa kegagalan mungkin saja terjadi dan berusahalah menjadikan hal ini sebagai perilaku atau kebiasaan hidup. Keinginan menjadi pribadi yang perfeksionis hanya membuat Anda frustrasi dan mudah menyerah. Adakalanya, kegagalan memang terjadi. Sadarilah bahwa Anda mampu dan mau bangkit lagi.

Kegagalan atau rintangan tidak ada hubungannya dengan diri Anda sebagai manusia. Hal ini memang biasa terjadi. Terkadang karena Anda sendiri (karena membuat keputusan yang kurang tepat), tetapi bisa juga karena lingkungan yang berada di luar kendali Anda. Kesiapan menghadapi hal ini akan sangat bermanfaat di kemudian hari.

 

Berfokuslah pada tujuan akhir yang positif. Biasanya, kita lebih mudah mengenali apa yang tidak kita inginkan, begitu juga dengan hal-hal yang kita takuti. Kita sering kesulitan menentukan apa yang sesungguhnya membuat kita bahagia dan apa yang sedang kita perjuangkan. Bagaimanapun juga, dalam mencapai apa pun, kita harus bisa memulainya dengan memikirkan tujuan akhir yang positif, bukannya ketakutan yang negatif. Alih-alih mengatakan “Aku tidak mau menjadi orang miskin,” tentukan tujuan yang lebih baik, misalnya “Aku ingin menabung sekian rupiah setiap bulan.” Selain lebih mudah, tujuan kedua tidak terasa menakutkan!

Bersikap positif bukan berarti harus menjadi yang terbaik, tetapi cukup dengan mengafirmasikan apa yang mampu Anda lakukan. Keinginan “tidak gemuk” bisa menghilangkan motivasi, tetapi “menurunkan berat badan 3 kg dengan berdiet dan berolahraga” tidak membuat wajah Anda cemberut, meskipun hanya baru memikirkannya.

 Mulailah dari hal-hal kecil. Tujuan akhir yang terlalu tinggi akan sangat membebani. Membaca buku tujuh jilid sekaligus akan membuat Anda jenuh. Bacalah sedikit demi sedikit. Buku ini akan selalu ada, hanya menunggu waktu yang tepat sampai Anda siap membacanya.

Alih-alih berpikir “Aku ingin menurunkan berat badan 15 kg,” gantilah dengan “Aku ingin menurunkan berat badan 1 kg minggu ini,” atau “Aku ingin berolahraga 4-5 hari dalam seminggu.” Cara ini bisa memberikan hasil yang sama, tetapi mengurangi beban pikiran.

Catatlah progres Anda. Seiring kemajuan zaman, manusia mulai mencari makna dan tujuan. Hal ini bukan sekadar demi menjaga kelangsungan hidup, tetapi kita mencari tujuan dalam bekerja, menjalin hubungan, dan bahkan melalui hobi. Kita akan menghindari kegiatan yang kurang menyenangkan. Jadi, entah Anda ingin menurunkan berat badan, bekerja lembur, atau belajar agar lulus kuliah, catatlah semua yang Anda lakukan! Hal ini bisa memacu semangat dan menunjukkan hasil positif dari perilaku Anda yang membuat hidup Anda lebih bermakna.

·         Catatlah perilaku Anda dan hasilnya. Selain bisa melihat hasilnya dan berkata, “Wow, betapa hebatnya aku! Ini semua karena usahaku!”, Anda juga harus bisa memanfaatkannya untuk menentukan cara yang mendukung dan menghambat Anda. Jika Anda menggunakan tiga cara belajar, tiga macam olahraga, dll., tentukan cara yang memberikan hasil terbaik. Pilihlah dan tentukan strategi yang paling tepat dari pilihan ini.

Kelilingi diri Anda dengan motivator. Sejujurnya, kita membutuhkan pengingat agar tetap bertahan. Pengingat bisa orang-orang, benda, atau apa saja yang membuat Anda mampu mempertahankan pola pikir yang benar. Kehilangan keseimbangan dan lupa dengan tujuan adalah hal yang wajar. Motivator eksternal bisa membantu kita agar tetap terfokus dan terarah.

Lakukan hal-hal kecil yang bisa membantu mengingatkan Anda. Gantilah latar belakang layar desktop Anda, pasanglah catatan kecil di dinding, aturlah pengingat di ponsel. Manfaatkan keriuhan di sekitar dan gunakan untuk kebaikan Anda.

Orang lain juga bisa menjadi motivator! Ceritakan kepada orang-orang yang Anda kenal bahwa Anda ingin menurunkan berat badan 3 kg. Mungkin mereka mau menawarkan bantuan sehingga usaha Anda menjadi lebih mudah, selain membuat Anda tetap bertanggung jawab menjalankan rencana.

Bantulah orang lain. Semakin dekat dengan tujuan, semakin banyak yang Anda pelajari selama Anda terus berusaha. Gunakan pengetahuan ini untuk membantu orang lain! Selain memotivasi diri sendiri, hal ini juga bisa memotivasi mereka. Bukankah Anda berharap selalu ada seseorang yang bersedia membantu?

Apakah berat badan Anda sudah turun, bisnis Anda sudah berjalan, atau lulus tes dengan nilai terbaik? Gunakan pengetahuan Anda untuk membantu orang lain dan yang lebih baik lagi, menanamkannya ke dalam diri sendiri. Sama seperti belajar sambil bersuara keras dan menceritakan pengalaman kepada orang lain bisa membuat Anda lebih mengerti, membantu orang lain membuat Anda tetap terfokus dan merasa senang dengan progres Anda.

Tips :

  • Biasakan berbicara seakan-akan Anda sudah menjadi apa yang Anda inginkan. Alih-alih berkata “Aku ingin menjadi orang yang positif”, lebih baik katakan “Aku adalah orang yang positif.” Speak as though you are already the way you want to be. Do not say "I am becoming positive"; "I am positive" is much better.
  • Afirmasi positif yang terus-menerus diulang bisa membuat Anda lebih kuat. Pilihlah afirmasi yang bisa mengatasi masalah Anda. Jika sedang ketakutan, katakan “Aku aman.” Jika Anda pemalu, katakan “Aku adalah orang yang percaya diri.” Jangan ucapkan kata-kata negatif agar tetap terfokus.
  • Perjalanan mengembangkan potensi diri sangatlah layak Anda lakukan. Selama perjalanan ini, sadar atau tidak, Anda akan membantu banyak orang mengembangkan potensi mereka masing-masing.
  • Walaupun ada rintangan, maju terus. Satu langkah keliru bisa mengacaukan semua langkah benar yang sudah Anda lakukan dan satu langkah benar juga bisa menjadi lompatan besar untuk maju. Inilah kehidupan.
  • Anda akan menginginkan sesuatu yang benar-benar Anda dambakan. Jangan biarkan pikiran negatif menghalangi langkah Anda sebab semua itu hanya sebatas pikiran, tetapi tujuan dan impian Anda tidak terbatas.
  • Tentukan tujuan dan impian Anda dengan jelas sebab inilah yang menjadi sumber motivasi Anda.

Peringatan :

  • Jangan khawatir karena memikirkan hal-hal yang bodoh. Sama seperti pikiran negatif yang akan menjadi kebiasaan negatif, pikiran positif akan menjadi kebiasaan positif.
  • Menjadi orang yang bisa memotivasi diri sendiri bukan berarti harus memaksakan diri tersenyum dan selalu ingin menyenangkan orang lain.
  • Jangan menyalahkan diri sendiri jika belum berhasil menerapkan pola memotivasi diri yang baru Anda temukan. Semua akan berjalan baik lagi. Maafkan diri sendiri.
  • Beranikan diri menghadapi rintangan jika Anda merasa benar.
  • Bersikaplah baik kepada diri sendiri.

RPL BK BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

 

BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

A.    Pengertian

Keyakinan bahwa kita adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa merupakan keimanan. Setiap ajaran agama memerintahkan umatnya untuk selalu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Iman artinya percaya secara penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia yang beriman adalah manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan. Takwa berarti menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa berusaha melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa.

Keimanan dan ketakwaan di sini mengacu pada keyakinan seseorang terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan ketaatan terhadap ajaran agama atau kepercayaannya. Seseorang yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat biasanya akan berusaha untuk memahami ajaran agama atau kepercayaannya dengan baik dan mengaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang yang beragama Islam akan menjalankan sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan haji jika mampu, sesuai dengan ajaran agamanya.

 

B.     Pentingnya Berketuhanan Yang Maha Esa

1.   Sebagai obat/penenang jiwa : Individu yang memiliki keyakinan terhadap Tuhannya, akan senantiasa memasrahkan setiap usaha yang telah di usahakannya. Sehingga apapun hasilnya, individu tersebut akan merasa tenang, dan akan mudah untuk bangkit dari kegagalan.

2.      Motivasi dalam mencapai kemajuan dan melakukan perbuatan yang baik

3.   Sebagai pedoman hidup : Menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan dari agama yang di anutnya.

4.  Sebagai sarana pendidikan rohani : Individu yang memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa akan menjalankan peribadatan sesuai agama yang di anutnya, sehingga akan mendapatkan kebaikan-kebaikan dari ibadah yang di lakukan. Seperti, mereka yang rajin sholat dan tepat waktu dapat melatih kedisiplinan diri. Mereka yang membaca al-qur’an akan menemukan makna-makna dari ayat yang mereka baca.

5.    Sebagai pembentuk keseimbangan : Individu tidak hanya berfokus pada pekerjaan duniawi, namun juga melaksanakan kewajiban sebagai makhluk yang berTuhan.

6.      Sebagai pembentuk kemantapan jiwa

 

C.    Keimanan dan Ketakwaan dalam Konteks Pendidikan

Dalam konteks pendidikan, pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan moral dalam proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan dapat menjaga moralitas dan integritas dalam diri serta menginspirasi lingkungannya agar juga berakhlak mulia. Dalam hal ini, pelajar Indonesia yang memiliki akhlak mulia menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia dan memperkuat pondasi keagamaan dan moral bangsa.

 

D.    Perilaku Yang Mencerminkan Keberimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

1.    Saling menghormati dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing

2.   Meningkatkan kerukunan hidup antarumat seagama, antarumat yang berbeda agama, serta antara umat beragama dengan pemerintah

3.      Mengembangkan kualitas keimanan dan ketakwaan setiap umat beragama

4.    Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membedakan agama dan kepercayaan masing-masing.


Link RPL BK: RPL BK BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

Friday, December 1, 2023

JURNAL REFLEKSI SEMINAR PPG (Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya)

 Refleksi Mata Kuliah Pemahaman Peserta Didik PPG Prajabatan

By: Asma Rayfanna Zu'ma.,S.Sos.,Gr


Nama Matakuliah

Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya

“Profiling Peserta Didik”

Review pengalaman belajar.

Pada mata kuliah ini saya belajar tentang bagaimana memahami peserta didik. Dimana pada mata kuliah ini kami belajar tentang perkembangan kognitif, psikososial, emosional dan sosial konteks pada peserta didik, termasuk juga profiling peserta didik. Dimana kita tahu bahwa peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda di tinjau dari aspek-aspek perkembangannya. Sehingga pentingnya bagi guru BK untuk memahami perbedaan dari masing-masing kelas bahkan masing-masing individu di dalam kelas. Tentunya hal ini berguna bagi guru BK dalam melaksanakan tugas sebagai guru BK/konselor sekolah

Dengan memahami peserta didik, maka guru BK dapat menerapkan strategi layanan yang sesuai dengan karakter siswa. Misalnya profiling peserta didik dalam satu kelas, siswa dalam kelas tersebut terdapat beberapa kelompok (geng) sehingga bagaimana meningkatkan kekompakan di dalam kelas tersebut, bisa dengan Focus Group Diskussion (FGD)/Project Based Learning (PBL) dengan mengacak anggota kelompok.

Selain itu, memahami masing-masing individu di dalam kelas guru BK akan lebih mudah ketika melaksanakan konseling individual. Karena guru BK menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan permasalahan peserta didik. Selain itu, guru BK yang memiliki pemahaman lebih terhadap peserta didik akan lebih dekat dengan peserta didik, sehingga guru BK tidak di cap negative (polisi sekolah) oleh peserta didik, melainkan sahabat siswa.  Pemahaman terhadap peserta didik tidak lain bertujuan untuk mengefektifkan layanan bimbingan konseling yang di lakukan.

Selain yang di sebutkan di atas, pada mata kuliah ini juga mempelajari terkait assessment, dimana assessment di gunakan untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan peserta didik, sehingga guru BK dapat membuat program layanan BK di sekolah yang tepat sasaran. Artinya topik-topik bahasan yang di berikan oleh guru BK kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan peserta didik yang tentunya terkait pada bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Yang kemudian di buatlah perencanaan layanan bimbingan konseling (RPL BK) sebagai pedoman dalam pelaksanaan layanan BK di sekolah.

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Dalam mata kuliah pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, terdapat 6 topik yang di pelajari : 1) Teori belajar dan motivasi belajar anak, 2) Teori perkembangan kognitif psikososial, emosional, sosial konteks, 3) Profiling peserta didik, 4) Kerangka strategi, 5) Pengukuran Pemahaman belajar peserta didik (Assesment), 6) Lesson planning ( RPL BK) Penyusunan, Evaluasi dan Refleksi. Semua topik dalam mata kuliah ini sangat penting dan saling berkesinambungan.

RPL BK dapat di buat berdasarkan hasil assement, tanpa assessment RPL BK ynag di buat tidak akan sesuai dan tidak tepat sasaran. Assessment awal dapat di lakukan dengan menggunakan Angket Kebutuhan dan Permasalahan Peserta Didik (AKPD), Alat Ungkap Masalah (AUM), atau Daftar Cek Masalah (DCM), dan lain sebagainya. Dari beberapa alat assessment tersebut yang pernah saya coba praktikkan di tempat PPL yakni AKPD. Karena menurut saya AKPD dengan aplikasi yang telah tersedia, dapat lebih efektif Ketika proses analisis.

Setelah melakukan analisis dari respon peserta didik menggunakan AKPD, dapat di temukan kebutuhan dan permasalahan peserta didik. Sehingga dapat di buat program layanan yang di berikan. Termasuk pada topik-topik bahasan dalam layanan BK. Selanjutnya di buatlah Rencana Layanan Bimbingan Konseling dengan memperhatikan dan mempertimbangkan strategi, media dan juga waktu. Tentunya layanan BK yang di rencanakan di harapkan dapat efektif dan dapat mencapai tujuan dari layanan yang di berikan.

Ketika belajar materi tersebut penulis menggunakan beberapa strategi, diantaranya membaca, searching melalui google maupun youtube, dan diskusi dengan teman atau brainstorming. Strategi yang penulis terapkan penting bagi penulis sebagai profesi guru nantinya untuk dapat di implementasikan dalam layanan BK di sekolah nantinya. Penulis merasa senang telah mempelajari mata kuliah ini, karena mata kuliah ini menunjang kinerja guru BK lebih baik, dan efektif dalam memberikan layanan BK.

Analisis artefak pembelajaran

Alat Assesment : https://drive.google.com/file/d/1WvUnZzEEshPBS-GUlrcWkSl1rfP2shDw/view?usp=share_link

Artefak yang cantumkan di atas merupakan beberapa alat untuk melakukan assessment. Dimana assessment merupakan Langkah awal sebelum menentukan program yang akan di canangkan. Untuk proses assessment sendiri menggunakan alat yang ada pada artefak tersebut beragam, sesuai dengan kemampuan guru BK dan konseli. Misalnya bisa menggunakan google form, hal ini sangat membantu guru BK dalam proses analisis, dan juga hemat kertas. Namun kelemahannya yakni peserta didik harus mengeluarkan kuota untuk mengisi instrument tersebut. Bisa juga secara manual dengan sebaran formulir (kertas), namun guru BK membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses analisis. Dan peserta didik lebih mudah dalam mengisi instrument yang di bagikan.

Pembelajaran bermakna (good practices)

Berdasarkan hasil belajar dari mata kuliah ini penting bagi penulis untuk memperhatikan kebutuhan dan permasalahan peserta didik. Karena banyak juga guru BK yang membuat program layanan berdasarkan pada tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa karakter setiap peserta didik berbeda apalagi beda tahun. Oleh sebab itu perlunya melakukan assessment terlebih dahulu. Dan menghilangkan budaya yang sifatnya continue tapi tidak tepat sasaran.

Layanan BK yang tepat tentunya dapat memberikan efek yang positif terhadap perilaku peserta didik baik dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karir. Dan juga penerapan strategi yang sesuai dengan karakter peserta didik zaman sekarang dapat menunjang ke efektifan dan keberhasilan tercapainya tujuan layanan BK.

Belajar hal-hal baru, dan mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya kadang di perlukan. Jika memang memiliki dampak positif kenapa tidak? Perlunya banyak belajar kepada orang lain kapanpun dan dimanapun untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru. Sehingga dapat menerapkan layanan BK yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan peserta didik. Sekaligus menerapkan strategi layanan yang kreatif, inovatif dan menarik bagi peserta didik.

 


JURNAL REFLEKSI SEMINAR PPG (Filosofi Pendidikan Nasional)

 Refleksi Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Nasional PPG Prajabatan

by: Asma Rayfanna Zu'ma,S.Sos.,Gr


Nama Matakuliah

Filosofi Pendidikan Indonesia

“Peran Guru”

Review pengalaman belajar.

Topik Falsafah Ki Hajar Dewantara

Pada mata kuliah ini saya mempelajari banyak hal, khususnya peran guru dalam pendidikan. Dimana guru bukan sekedar mengajar dengan memberikan pengetahuan baru, dan membuat siswa menjadi pintar. Namun guru memiliki beberapa peran sebagaimana yang di sampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yakni “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Ing ngarsa sung tuladha artinya di depan sebagai teladan, maksudnya yaitu seorang guru hendaknya memiliki pribadi yang baik karena setiap perilaku yang di lakukan oleh guru akan di rekam oleh siswa dan akan di contoh oleh siswa. Oleh sebab itu, sebelum seorang guru meminta dan mengajarkan kedisiplinan maka terlebih dahulu guru tersebut menerapkan kedisiplinannya. Begitupun baaimana berpakaian, berucap, dan perilaku lainnya. Ing madya mangun karsa yaitu di tengah sebagai pemberi ide, maksudnya yakni seorang guru dapat menjadi rujukan siswanya, memberikan alternatif solusi bagi siswanya, dan pengetahuan serta pengalaman baru bagi siswanya. Tut wuri handayani yaitu di belakang sebagai pendorong atau pemberi semangat, artinya guru mampu mengarahkan dan memberikan motivasi agar siswanya memiliki semangat belajar yang tinggi. Dalam memberikan pendidikan guru perlu memperhatikan beberapa hal di antaranya kodrat zaman dan kodrat alam siswa. Kodrat zaman artinya guru harus bisa mengikuti perkembangan teknologi digital, dengan memanfaatkan teknologi yang tengah berkembang, dan juga sosio kultural yang ada di lingkungan sekolah atau tempat tinggal siswa.

Kedua, berkaitan dengan cara memandang siswa. Dimana siswa memiliki keunikan masing-masing, sehingga guru harus bisa memahami perbedaan di antara semua siswanya, tanpa membanding-bandingkan satu sama lain. Setiap individu di ciptakan dengan kelebihannya masing-masing, maka guru harus bisa membantu siswanya dalam menemukan dan memunculkan serta mengembangkan kelebihan yang di miliki.  Peserta didik memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut dapat di lihat melalui perilaku peserta didik. Peran guru Bk yakni memberikan penguatan terhadap perilaku peserta didik yang sesuai dengan aturan dan adat istiadat yang berlaku. Dan memberikan modifikasi perilaku jika terdapat peserta didik yang memiliki perilaku menyimpang.

Ketiga, Pendidikan di laksanakan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan Pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia.  Pancasila merupakan dasar NKRI, dan pancasila dibuat sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan Pancasila sebagai Fondasi pendidikan, di harapkan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki nilai-nilai luhur pancasila, termasuk 6 dimensi dalam profil pelajar Pancasila, diantaranya Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, Bergotong royong, Bernalar kritis, Kreatif, dan Mandiri. Untuk layanan bimbingan konseling di berikan sesuai dengan kebutuhan dan permaslaahan peserta didik melalui asesmen terlebih dahulu. Sehingga layanan yang di berikan tepat sasaran, dan sesuai dengan kurikulum merdeka yang saat ini tengah di gaungkan oleh kementrian pendidikan serta kurikulum yang di gunakan oleh sekolah.

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Profil peran guru yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor

Dalam mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia terdapat 5 topik, sebagaimana di ringkas pada review mata kuliah di atas. 5 topik tersebut diantaranya; 1) Perjalanan pendidikan nasional, 2) Dasar-dasar pendidikan Ki Hajar Dewantara, 3) Identitas manusia Indonesia, 4) Pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia, 5) Telaah praktik baik pendidikan Indonesia. Semua topik dalam mata kuliah tersebut sangat penting karena saling berkesinambungan.

Dimana topik-topik tersebut mengajarkan mengenai perjuangan pendidikan yang di lakukan oleh pahlawan-pahlawan pendidikan Indonesia, sehingga sepatutnya seorang guru meneruskan perjuangan tersebut dengan menajalankan tugas sebagai guru dengan penuh tanggung jawab.

Selain itu, mengajarkan bagaimana peran guru di sekolah, bagaimana memandang setiap siswa yang tentunya di sekolah akan berhadapan dengan banyak siswa dan juga rekan guru atau bahkan wali siswa. Melihat Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan tentunya memiliki suku, Bahasa dan adat yang tentunya beragam, sehingga bagaimana guru menghadapi individu yang memiliki perbedaan-perbedaan tersebut.

Selanjutnya, mengajarkan tentang tujuan dari pendidikan di Indonesia dengan melihat aturan pendidikan Indonesia serta kurikulum pendidikan Indonesia saat ini. Sehingga sebagai calon guru yang professional mampu merencanakan bagaimana proses pelaksanaan pendidikan di sekolah, khususnya dalam layanan bimbingan konseling.

Mempelajari topik-topik di dalam mata kuliah tersebut tentunya saya menggunakan beberapa strategi di antaranya melalui membaca baik membaca materi yang tertera di Learning Management System (LMS) maupun searching di internet dan youtube, diskusi dengan kelompok atau bahkan diskusi dengan teman satu kelas, serta membuat proyek kelompok.

  Strategi yang saya gunakan untuk mempelajari topik-topik tersebut selain penting bagi saya juga bagi siswa saya nantinya. Karena saya telah merasakan sendiri bagaimana efektifitas belajar menggunakan strategi-strategi tersebut. Sehingga saya bisa sharing kepada mereka baberapa alternatif belajar yang efektif.

Awal saya membaca nama mata kuliah ini, saya penasaran tentang isi dan materi dari mata kuliah tersebut. Seiring berjalannya waktu saya merasa bahwa mata kuliah ini sangat penting, dan saya merasa senang. Dengan mempelajari materi tersebut saya dapat mengintropeksi diri saya sendiri tentang apa yang belum ada dalam diri saya sebagai calon guru professional dan apa yang harus saya benahi dari diri saya.

Analisis artefak pembelajaran

Dasar-dasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara : https://youtu.be/LZUiaG_SBO0

Pengalaman belajar saya terkait topik ini, saya memahami lebih jauh bagaimana peran guru di sekolah, khususnya sebagai guru bimbingan konseling. Dimana guru BK berperan untuk membantu siswa memahami dirinya sendiri, termasuk pada bagaimana cara belajar yang baik, bagaimana berperilaku sosial dan menjadi pribadi yang baik, serta merencanakan karir setelah lulus dari sekolah, juga membantu peserta didik mencapai 6 dimensi profil pelajar Pancasila. Di samping itu, bagaimana guru BK mampu memberikan kesan positif terhadap siswa, sehingga layanan BK menjadi sesuatu yang menarik dan di tunggu-tunggu oleh siswa.

Artefak yang saya cantumkan di atas menggunakan media audio visual, di samping saya memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar pendidikan Ki Hajar Dewantara, saya juga ingin orang lain belajar hal yang sama. Sehingga saya buat media tersebut dan di unggah di laman youtube untuk memudahkan orang lain/audience mengaksesnya. Hal ini tidak lain bertujuan untuk kebermanfaatan. Karena sejatinya seorang guru memberi tanpa berharap kembali.

Pembelajaran bermakna (good practices)

Guru pembelajar sepanjang hayat

 

 

 

 

 

Inovasi belajar yang dapat di lakukan

Membentuk karakter disiplin dari kebiasaan

Pendidikan akan terus berkembang secara dinamis, sehingga sebagai seorang guru tentunya juga harus terus berkembang, mengasah skill dan mengembangkan pengetahuan melalui berbagai workshop, webinar/seminar, pelatihan, forum diskusi dan sebagainya. Artinya menjadi seorang guru merupakan pembelajar sepanjang hayat. Memperbaiki makna guru bagi diri sendiri, bahwa guru adalah profesi yang mulia, dimana hal yang paling utama sebagai seorang guru adalah mengantarkan siswa-siswinya menjadi individu yang siap terjun di masyarakat, artinya mereka memiliki kecakapan-kecakapan yang di butuhkan di masyarakat dan kehidupannya setelah lulus dari sekolah. 

Beberapa contoh yang bisa di terapkan yakni dengan memulai kegiatan belajar atau layanan BK dengan mengecek kerapian pakaian siswa sebelum memulai belajar di kelas, mengecek kebersihan kelas, memberikan kesempatan pada siswa untuk berargumen atau bertanya, memberikan apresiasi kepada siswa yang berani berargumen atau bertanya. Hal tersebut mungkin terlihat sepele, namun jika di lakukan berulang maka akan di anggap penting, sehingga secara tidak langsung akan menjadi kebiasaan yang di lakukan tanpa di suruh atau di minta oleh guru maupun orang lain.

 

 

LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BERBASIS EMPATHY, MINDFULLNESS, COMPASSION, CRITICAL INQUIRY (EMC2)

Desain Invensi dan Rencana Tindak Lanjut Seminar PPG Prajabatan. 

By: Asma Rayfanna Zu'ma,S.Sos.,Gr

 

Pengalaman yang paling bermakna (best practise)

Pengalaman paling bermakna bagi saya yakni dimana menjadi guru bimbingan konseling (guru BK) di hadapkan dengan permasalahan-permasalahan peserta didik, baik permasalahan pribadinya, permasalahan dengan keluarga, permasalahan sosial antar teman, dengan guru mata Pelajaran, permasalahan belajarnya atau bahkan permasalahan karir peserta didik. di samping guru bk dituntut untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami peserta didik, guru bk juga memiliki masalah sendiri. Dan tetap harus professional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan mengesampingkan masalah pribadi. Untuk itu, penting bagi seorang guru untuk belajar dan mengaktualisasikan layanan sosial emosional. Selain itu, layanan sosial emosional juga dirasa sangat penting untuk di berikan kepada peserta didik agar peserta didik memiliki perilaku sosial dan bisa mengelola emosi dengan baik.

Salah satu topik pada mata kuliah layanan sosial emosional ini adalah peran guru sebagai teladan layanan sosial emosional (CASEL). Topik ini belajar tentang EMC2 yakni Empathy, Mindfullness, Compassion, Critical Inquiry.

1.      Empathy : kemampuan individu untuk memahami perspektif orang lain.

2.      Mindfullness:  kemampuan inidividu dalam menerima situasi dan kondisi secara sadar.

3.      Compassion:  Bentuk aksi dan emosi yang membuat seseorang menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada orang lain.

4.      Critical Inquiry:  kemampuan individu dalam memperoleh sebuah informasi melalui pengamatan, pengalaman, pemikiran, penalaran, dan penilaian diri sendiri kemudian dianalisis untuk dipahami.

Kerangka EMC2 bisa di katakan wajib untuk di terapkan oleh guru BK dalam memberikan layanan bimbingan konseling. Baik layanan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, maupun bimbingan kelompok. Tidak hanya dalam memberikan layanan, namun guru BK juga sebagai teladan sehingga mampu menerapkan EMC2 dalam berbagai kegiatan khususnya yang berkaitan dengan hubungan sosial. Misalnya juga terkait dengan kolaborasi dengan rekan guru ataupun dengan pengampu kepentingan di sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Pada saat melaksanakan PPL II EMC2 saya terapkan pada saat memberikan layanan, diantaranya layanan klasikal, konseling kelompok, konseling individu, dan juga bimbingan kelompok. Dengan menerapkan EMC2 peserta didik merasa lebih asyik dalam mengikuti layanan. Mindfullness dengan Teknik Two Feet One Breath (Tarik nafas) pada saat konseling kelompok membuat peserta didik merasa lebih tenang dan dapat menahan emosi masing-masing. Sedangkan mindfulness dengan Teknik I am Aware (mengingat tujuan) dapat membantu peserta didik dalam mengingat tujuan belajar di sekolah, dan membuat peserta didik merasa lebih nyaman dan semangat.

Desain invensi atau inovasi

Desain invensi yang dapat saya lakukan yakni memberikan layanan bimbingan konseling berbasis EMC2. Hal ini dapat di lakukan dengan menerapkan kegiatan-kegiatan berkelompok, membuat project, Teknik role playing , sosiodrama Teknik cinematheraphy, dan sebagainya yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik secara langsung (experiental learning).

Contoh layanan yang dapat di lakukan yakni edukasi terkait bullying di sekolah. Menggunakan strategi project based learning dan Teknik sosiodrama. Dimana peserta didik secara berkelompok memainkan perannya masing-masing, dan direkam dalam bentuk mp4 untuk di jadikan project. Dari hasil pemeranan tersebut, peserta didik mengemukakan perasaan dan pikiran masing-masing atas peran yang di mainkan. Dan juga project tersebut di tampilkan untuk Bersama-sama menganalisis penyebab, akibat, perasaan, dan pikiran dari tokoh tersebut.

Topik yang di bahas di sesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada di sekolah, termasuk pada layanan apa yang di berikan. Juga dengan mempertimbangkan perangkat digital yang ada di sekolah tempat mengajar.

Rencana tindak lanjut

Berdasarkan uraian diatas, maka rencana tindak lanjut implementasi dari desain inovasi atau invensi saya di sekolah untuk kedepannya yakni:

1. Melaksanakan layanan bimbingan konseling berbasis EMC2

2. Lebih kreatif dan inovatif dalam Menyusun program layanan bimbingan konseling berbasis EMC2 yang lebih menarik, dan tidak membosankan.

3. Mampu mengintegrasikan layanan sosial emosional dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan belajar mengajar di kelas, hubungan sosial dengan teman, guru, keluarga, ataupun Masyarakat.

4. Mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak di sekolah, rekan sejawat, pengampu kepentingan di sekolah, maupun instansi/Lembaga tertentu sebagai pihak kolaboratif dalam memberikan layanan bimbingan konseling.

 

 

 

 

 

Tuesday, February 5, 2019

Puisi Tema Pendidikan

Wajah yang Ku rindukan

Hari berganti hari
Siang berganti malam
Waktupun terus berputar
Namun langit
Tetap setia pada bumi

Wahai generasi dunia
Dimanakah engkau berada?
Tidak kah engkau melihat?
Tidak kah engkau mendengar?

Dunia semakin maju
Teknologi semakin membantu
Sarjanawanpun beribu
Namun mereka sangat rapuh
Mereka tahu
Tapi mereka membisu

Bertahun-tahun mereka belajar
Dengan menyuarakan semboyan
“Memajukan Bangsa dan Negara”

Bagaimana Negara kita maju?
Bagaimana Bangsa kita Bersatu?
Jika pendidikan
Melupakan tugas utamanya
Dan moralitas
Hanya menjadi sejarah

Monday, February 4, 2019

Suratku untuk Perempuan



Surat Untuk Perempuan Dimanapun Engkau Berada...

Hey perempuan... Apa kabarmu?
Masihkah kau menjadi yang kesekian?
Masihkah kau mau di tindas?
Masihkah kau mau menyimpan segala potensimu?
Masihkah kau mau dikatakan lemah?
Masihkah kau mau di rendahkan?
Masihkah kau mau memendam titipan Tuhan yang di berikan padamu?

Perempuan...
Kalian bukanlah sampah
Kalian bukan tanaman yang layu
Kalian bukan awan
Yang selalu taat perintah angin

Kalian adalah manusia
Kalian adalah fajar di pagi hari
Kalian adalah rembulan di malam hari
Sadarlah... Hidup ini milikmu
Bangkitlah... kau pencipta masa

Tunjukkan pada dunia bahwa dirimu ada
Tunjukkan pada mereka bahwa kita bisa
Kita akan membawa perubahan
Kita adalah pendobrak perubahan
Kita mampu, kita kuat
Kita bersatu untuk maju

ANGKET GAYA BELAJAR

  Lampiran III ANGKET GAYA BELAJAR NAMA            :                                                                        ASAL SEKOLAH...